![]() |
| Baksos |
Kesehatan
Gigi Dan Mulut Selama Kehamilan
Kehamilan
merupakan peristiwa yang membahagiakan bagi
pasangan suami istri di dalam pernikahan. Pada masa kehamilan terjadi
beberapa perubahan mulai dari perubahan anatomi seperti perut yang melendung,
perubahan metabolisme diantaranya
perubahan pada sistem kardiovaskular,pernafasan, sistem gastrointestinal serta
hormonal, perubahan fisiologis misanya ph mulut ibu hamil menjadi lebih rendah
(asam) dan juga perubahan psikis. Perubahan hormonal yang terjadi selama kehamilan sangat
berpengaruh pada tubuh termasuk rongga mulut. Perubahan yang terjadi
karena tubuh mempersiapkan diri untuk proses melahirkan serta untuk
perkembangan janin.
Kehamilan
dihitung dari hari pertama menstruasi terakhir, untuk wanita yang sehat kurang
lebih 280 hari atau 40 minggu. Biasanya kehamilan dibagi dalam tiga bagian atau trimester untuk
masing-masing 13 minggu atau 3 bulan kalender. Trimester pertama kehamilan 0-3
bulan ( minggu 0- minggu 13), trimester kedua masa kehamilan 4 – 6 bulan
(minggu 14 – minggu 26) dan trimester ketiga masa kehamilan 7 – 9 bulan (
minggu 27 – minggu 38).
Beberapa
kondisi yang perlu diwaspadai saat kehamilan adalah :
1. Peradangan
yang terjadi pada gusi.
Gusi yang tadinya berwarna merah
muda, sehat dan normal berubah menjadi merah terang atau merah tua dari
biasanya. Muncul rasa sakit, panas atau gatal dan terjadi pembesaran gusi,
kadang terjadi perdarahan spontan pada gusi. Peradangan gusi ini umum terjadi
saat kesehatan gigi dan mulut tidak terpelihara dengan baik. Pada wanita hamil
peradangan gusi terlihat lebih parah disebabkan terjadinya perubahan hormon
yaitu hormon estrogen dan progesterone, yang dapat mempengaruhi respon jaringan
terhadap plak sehingga rentan terhadap peradangan.Peradangan gusi yang terjadi
karena faktor hormonal ini sering disebut dengan gingivitis gravidarum atau
pregnancy gravidarum. Biasanya terjadi pada akhir trimester pertama,
mencapai puncak pada trimester kedua dan mengalami penurunan keluhan di trimester
tiga. Kondisi ini secara tidak langsung dapat mempengaruhi gangguan kehamilan,
disebabkan rasa sakit dan tidak enak
yang akhirnya menimbulkan gangguan pola makan ibu dan menyebabkan
nutrisi yang tidak mencukupi baik untuk ibu maupun janin.
2. Periodontitis
Ini adalah kondisi lanjut
dari peradangan gusi yang tidak dilakukan perawatan, periodontitis ini adalah
peradangan yang terjadi pada jaringan pendukung gigi. Sekitar 30 % wanita hamil
mengalami periodontitis.
Selama kehamilan, tingkat progesteron pada ibu hamil bisa 10 kali lebih tinggi
dari biasanya. Hal ini dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri tertentu yang
menyebabkan peradangan kronis, dan jaringan periodontal rusak serta terbentuk
poket. Akibatnya
gigi kehilangan pegangan ketulang rahang (alveolar) sehingga gigi menjadi
goyang. Bakteri ini
juga menyebabkan perubahan kekebalan tubuh selama kehamilan yang
menyebabkan reaksi tubuh yang berbeda dalam menghadapi bakteri penyebab radang
Menurut penelitian yang
dilakukan di University of North Carolina, ibu hamil dengan tingkat keparahan
periodontitis sedang sampai berat memiliki risiko untuk melahirkan sebelum
waktunya 7 kali lebih tinggi dibanding ibu hamil dengan keadaan jaringan
periodontal yang sehat.
Beberapa peneliti juga
mengatakan bahwa ada hubungan periodontitis dengan kelahiran bayi dengan berat
badan lahir (BBLR) , meskipun mekanisme terjadinya hal tersebut belum dapat
dijelaskan secara baik.
3. Epulis
Gravidarum
Epulis adalah istilah yang
digunakan untuk pembesaran yang menyerupai tumor pada gusi atau papila
interdental. Epulis ini biasanya berkembang di trimester pertama kehamilan,
kadang muncul d itrimester kedua. Epulis gravidarum ataupun granuloma kehamilan tidak berbahaya tetapi dapat menyebabkan ketidaknyamanan.
Tumor
ini biasanya akan menyusut saat persalinan telah dilewati dan bisa berulang
pada kehamilan berikutnya, tetapi bisa juga tidak muncul sama sekali.
Penyebab utama epulis gravidarum ini adalah konisi
kesehatan gigi dan mulut yang buruk dan gangguan hormonal selama kehamilan.
Wanita hamil yang memiliki gingivitis
gravidarum umumnya akan mengalami epulis
gravidarum. Bentuknya
seperti nodul berwarna merah keunguan sampai merah kebiruan, mudah berdarah,
sering terlihat pada gusi rahang atas, tetapi dapat juga ditemukan di tempat lain
di mulut.
4. Karies
Gigi
Karies gigi pada wanita hamil dapat saja
terjadi sebelum kehamilan maupun setelah kehamilan. Umumnya karena adanya
perubahan psikis pada saat kehamilan berupa morning sick dimana umumnya dialami
di akhir trimester pertama hingga trimester kedua. Pada saat ini wanita hamil
biasanya merasa lesu, mual, dan muntah yang menyebabkan naiknya tingkat
keasaman dimulut, lalu ada kecenderungan
mengkonsumsi makanan yang manis untuk
menghilangkan rasa tak nyaman serta kurang menjaga kebersihan gigi dan mulut.
Suasana asam akan memudahkan perkembangan karies gigi.
Beberapa
hal yang perlu dilakukan wanita hamil dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan
mulut agar terhindar dari penyakit gigi dan mulut selama masa kehamilan, yaitu:
a. Bila
ibu hamil mengalami muntah-muntah, segera bersihkan mulut dengan berkumur-kumur
dengan secangkur air ditambah 1 sendok teh soda kue (sodium bicarbonat) dan
menyikat gigi 1 jam setelah muntah.
b. Mengatur pola makan sesuai dengan pedoman gizi
seimbang atau angka kecukupan gizi dan membatasi makanan yang mengandung gula.
c. Menyikat
gigi secara teratur dan benar minimal 2x sehari, pagi setelah sarapan dan malam
sebelum tidur.
d. Memeriksakan
keadaan rongga mulut ke dokter gigi karena kunjungan ke dokter gigi pada masa
kehamilan bukanlah merupakan hal yang kontra indikasi.
Saran
untuk ibu hamil yang akan melakukan perawatan di fasilitas pelayanan kesehatan
gigi:
Ø Beri
tahu dokter gigi anda jika anda hamil.
Ø Tunda
perawatan gigi yang bersifat non-darurat sampai trimester ke-2 atau setelah
melahirkan.
Ø Jaga
sirkulasi darah dengan cara tidak
menyilangkan kaki selama duduk di dental unit.
Ø Gunakan
bantal untuk membantu posisi anda dan janin tetap nyaman saat duduk di dental
unit.
Ø Gunakan
headphone dan beberapa musik favorit untuk didengarkan selama perawatan gigi.
