Selasa, 23 Juli 2019

Kesehatan Gigi Dan Mulut Selama Kehamilan

Baksos oleh drg. Sulfia Dewi Rambe
Baksos

Kesehatan Gigi Dan Mulut Selama Kehamilan



Kehamilan merupakan peristiwa yang membahagiakan bagi  pasangan suami istri di dalam pernikahan. Pada masa kehamilan terjadi beberapa perubahan mulai dari perubahan anatomi seperti perut yang melendung, perubahan metabolisme  diantaranya perubahan pada sistem kardiovaskular,pernafasan, sistem gastrointestinal serta hormonal, perubahan fisiologis misanya ph mulut ibu hamil menjadi lebih rendah (asam) dan juga perubahan psikis. Perubahan hormonal  yang terjadi selama kehamilan  sangat  berpengaruh pada tubuh termasuk rongga mulut. Perubahan yang terjadi karena tubuh mempersiapkan diri untuk proses melahirkan serta untuk perkembangan janin.
Kehamilan dihitung dari hari pertama menstruasi terakhir, untuk wanita yang sehat kurang lebih 280 hari atau 40 minggu. Biasanya kehamilan dibagi dalam  tiga bagian atau trimester untuk masing-masing 13 minggu atau 3 bulan kalender. Trimester pertama kehamilan 0-3 bulan ( minggu 0- minggu 13), trimester kedua masa kehamilan 4 – 6 bulan (minggu 14 – minggu 26) dan trimester ketiga masa kehamilan 7 – 9 bulan ( minggu 27 – minggu 38).
Beberapa kondisi yang perlu diwaspadai saat kehamilan adalah :
1.    Peradangan yang terjadi pada gusi.
Gusi yang tadinya berwarna merah muda, sehat dan normal berubah menjadi merah terang atau merah tua dari biasanya. Muncul rasa sakit, panas atau gatal dan terjadi pembesaran gusi, kadang terjadi perdarahan spontan pada gusi. Peradangan gusi ini umum terjadi saat kesehatan gigi dan mulut tidak terpelihara dengan baik. Pada wanita hamil peradangan gusi terlihat lebih parah disebabkan terjadinya perubahan hormon yaitu hormon estrogen dan progesterone, yang dapat mempengaruhi respon jaringan terhadap plak sehingga rentan terhadap peradangan.Peradangan gusi yang terjadi karena faktor hormonal ini sering disebut dengan gingivitis gravidarum atau pregnancy gravidarum. Biasanya terjadi pada akhir trimester pertama, mencapai puncak pada trimester kedua dan mengalami penurunan keluhan di trimester tiga. Kondisi ini secara tidak langsung dapat mempengaruhi gangguan kehamilan, disebabkan rasa sakit dan tidak enak  yang akhirnya menimbulkan gangguan pola makan ibu dan menyebabkan nutrisi yang tidak mencukupi baik untuk ibu maupun janin.


2.    Periodontitis
Ini adalah kondisi lanjut dari peradangan gusi yang tidak dilakukan perawatan, periodontitis ini adalah peradangan yang terjadi pada jaringan pendukung gigi. Sekitar 30 % wanita hamil mengalami periodontitis. Selama kehamilan, tingkat progesteron pada ibu hamil bisa 10 kali lebih tinggi dari biasanya. Hal ini dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri tertentu yang menyebabkan peradangan kronis, dan jaringan periodontal rusak serta terbentuk poket. Akibatnya gigi kehilangan pegangan ketulang rahang (alveolar) sehingga gigi menjadi goyang.   Bakteri  ini  juga menyebabkan perubahan kekebalan tubuh selama kehamilan yang menyebabkan reaksi tubuh yang berbeda dalam menghadapi bakteri penyebab radang
Menurut penelitian yang dilakukan di University of North Carolina, ibu hamil dengan tingkat keparahan periodontitis sedang sampai berat memiliki risiko untuk melahirkan sebelum waktunya 7 kali lebih tinggi dibanding ibu hamil dengan keadaan jaringan periodontal yang sehat.
Beberapa peneliti juga mengatakan bahwa ada hubungan periodontitis dengan kelahiran bayi dengan berat badan lahir (BBLR) , meskipun mekanisme terjadinya hal tersebut belum dapat dijelaskan secara baik.

3.    Epulis Gravidarum
Epulis adalah istilah yang digunakan untuk pembesaran yang menyerupai tumor pada gusi atau papila interdental. Epulis ini biasanya berkembang di trimester pertama kehamilan, kadang muncul d itrimester kedua. Epulis gravidarum ataupun granuloma kehamilan tidak berbahaya tetapi dapat menyebabkan ketidaknyamanan. Tumor ini biasanya akan menyusut saat persalinan telah dilewati dan bisa berulang pada kehamilan berikutnya, tetapi bisa juga tidak muncul sama sekali.
Penyebab utama epulis gravidarum ini adalah konisi kesehatan gigi dan mulut yang buruk dan gangguan hormonal selama kehamilan. Wanita hamil yang memiliki gingivitis gravidarum umumnya akan mengalami epulis gravidarum. Bentuknya seperti nodul berwarna merah keunguan sampai merah kebiruan, mudah berdarah, sering terlihat pada gusi rahang atas, tetapi dapat juga ditemukan di tempat lain di mulut.

4.    Karies Gigi
Karies gigi pada wanita hamil dapat saja terjadi sebelum kehamilan maupun setelah kehamilan. Umumnya karena adanya perubahan psikis pada saat kehamilan berupa morning sick dimana umumnya dialami di akhir trimester pertama hingga trimester kedua. Pada saat ini wanita hamil biasanya merasa lesu, mual, dan muntah yang menyebabkan naiknya tingkat keasaman dimulut, lalu ada  kecenderungan mengkonsumsi makanan yang manis  untuk menghilangkan rasa tak nyaman serta kurang menjaga kebersihan gigi dan mulut. Suasana asam akan memudahkan perkembangan karies gigi.

Beberapa hal yang perlu dilakukan wanita hamil dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut agar terhindar dari penyakit gigi dan mulut selama masa kehamilan, yaitu:
a.    Bila ibu hamil mengalami muntah-muntah, segera bersihkan mulut dengan berkumur-kumur dengan secangkur air ditambah 1 sendok teh soda kue (sodium bicarbonat) dan menyikat gigi 1 jam setelah muntah.
b.     Mengatur pola makan sesuai dengan pedoman gizi seimbang atau angka kecukupan gizi dan membatasi makanan yang mengandung gula.
c.    Menyikat gigi secara teratur dan benar minimal 2x sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum  tidur.
d.    Memeriksakan keadaan rongga mulut ke dokter gigi karena kunjungan ke dokter gigi pada masa kehamilan bukanlah merupakan hal yang kontra indikasi.

Saran untuk ibu hamil yang akan melakukan perawatan di fasilitas pelayanan kesehatan gigi:
Ø  Beri tahu dokter gigi anda jika anda hamil.
Ø  Tunda perawatan gigi yang bersifat non-darurat sampai trimester ke-2 atau setelah melahirkan.
Ø  Jaga sirkulasi darah dengan cara  tidak menyilangkan kaki selama duduk di dental unit.
Ø  Gunakan bantal untuk membantu posisi anda dan janin tetap nyaman saat duduk di dental unit.
Ø  Gunakan headphone dan beberapa musik favorit untuk didengarkan selama perawatan gigi.



MENCUCI SUNGAI ALA RELAWAN ECO ENZYME

         Kalau mendengar kata mencuci sungai tentu kita akan merasa sedikit aneh ya, begitu juga denganku ketika pertama kali mendengarnya ...