KESALAHAN SAAT MENYIKAT GIGI
Menyikat gigi adalah kegiatan manusia sehari hari yang wajib
dilakukan untuk menjaga kesehatan mulut.
Meski kegiatan menyikat gigi ini selalu dilakukan secara teratur,
beberapa orang tetap saja masih mengalami karies (gigi berlubang), atau
mengeluhkan bau mulut, dan gigi sensitif. Keadaan ini bisa saja disebabkan
kesalahan ketika melakukan penyikatan gigi. Apa saja kesalahan tersebut, mari
kita telusuri bersama
Sumber Foto : indonesiaraya.co.id
1. Waktu menyikat gigi yang tidak tepat.
Secara
umum, menyikat gigi dilakukan ketika mandi, padahal waktu mandi di Indonesia
dilakukan pada pagi dan sore hari. Mandi pagi biasanya sebelum sarapan, dan
setelah sarapan tidak menyikat gigi, begitu juga mandi sore, sebelum makan malam
dan tidak menyikat gigi setelah makan malam. Hal inilah yang membuat kondisi
gigi kita selalu dalam keadaan kotor. Seharusnya menyikat gigi dilakukan
setelah sarapan dan setelah makan malam, tapi ada juga teori yg mengatakan
waktu menyikat gigi terbaik adalah 30 menit setelah makan, sebab ketika kita
makan, proses pengunyahan meningkatkan keasaman mulut, sehingga bila setelah
makan langsung menyikat gigi dikhawatirkan tingkat keasaman yang ada dimulut
akan memudahkan terjadinya karies (lubang gigi).
2. Cara menyikat gigi yang terlalu keras
Gigi
manusia terdiri dari tiga lapis, lapisan terdalam disebut pulpa yang berisi jaringan
syaraf gigi, lapisan tengah disebut dentin, dentin ini berisi tubulus dentin
yang sensitif, bila terjadi lubang atau abrasi gigi yang mencapai dentin, maka
kamu akan merasakan ngilu gigi, jaringan terluar disebuat email yang merupakan
jaringan terkeras dari gigi, meskipun jaringan terkeras, bukan berarti akan
tahan disikat dengan keras, ingat gigi kita bukan ubin kamar mandi yang harus
mengerahkan tenaga untuk membersihkannya 😄😄 Bila cara menyikat gigi terlalu
keras, maka email akan menipis dan terjadilah abrasi yang membuat gigi
kehilangan emailnya, dan terbukalah dentin sehingga kamu merasakan ngilu.
Cara yang benar menyikat gigi adalah dengan cara naik turun (vertikal)
atau dengan gerakan memutar, cara ini akan membuat gigi bersih tanpa mendapat
tekanan yang akan merusak email.
3. Sikat gigi dan pasta gigi yang tepat
Di
pasaran ada beberapa jenis sikat gigi, mulai dari yang hard, medium, soft,
ekstra soft, dan setiap orang memiliki kebutuhan akan sikat gigi berbeda beda,
untuk pasien yang mengalami perdarahan gusi akibat penyakit sistemik tentu
pilihan sikat giginya adalah soft atau ekstra soft tergantung pada keparahan
penyakitnya, untuk yang normal tanpa penyakit, pilihan bisa pada sikat gigi
yang hard atau medium.
Pasta gigi
secara umum yang ada di pasaran sudah memenuhi standard kebutuhan untuk
kesehatan, namun jika ingin yang lebih baik lagi maka pilihlah pasta gigi yang
bebas atau minim bahan deterjennya, biasanya ketika dipakai pasta gigi ini
tidak mengeluarkan busa. Selain itu penting untuk memperhatikan pasta gigi yang
di beli sudah memiliki sertifikasi lolos uji dari lembaga terkait, seperti American
Dental Association (ADA), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI), dan tentu
saja Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI)
4. Menyikat Lidah
Hal yang sering
terlupakan adalah menyikat lidah, padahal tumpukan sisa makanan juga terjadi
dilidah. Segera setelah menyikat gigi hal yang dilakukan selanjutnya adalah
menyikat lidah, bisa dengan menggunakan sikat gigi atau menggunakan sikat
khusus untuk lidah.
Dari beberapa kesalahan yang terjadi
ketika menyikat gigi tersebut akan mengakibatkan tidak sempurnanya kebersihan
mulut dan pada akhirnya akan menimbulkan gangguan atau penyakit. Mari kita jaga
organ penting pemberian Allah SWT ini dengan selalu merawatnya dengan cara yang
benar dan kita bisa dengan percaya diri mengembangkan senyum yang indah dan
sehat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar