Jumat, 30 Agustus 2019

KESALAHAN SAAT MENYIKAT GIGI


KESALAHAN SAAT MENYIKAT GIGI


Menyikat gigi adalah kegiatan manusia sehari hari yang wajib dilakukan untuk menjaga kesehatan mulut.  Meski kegiatan menyikat gigi ini selalu dilakukan secara teratur, beberapa orang tetap saja masih mengalami karies (gigi berlubang), atau mengeluhkan bau mulut, dan gigi sensitif. Keadaan ini bisa saja disebabkan kesalahan ketika melakukan penyikatan gigi. Apa saja kesalahan tersebut, mari kita telusuri bersama





Sumber Foto : indonesiaraya.co.id




1.      Waktu menyikat gigi yang tidak tepat.
Secara umum, menyikat gigi dilakukan ketika mandi, padahal waktu mandi di Indonesia dilakukan pada pagi dan sore hari. Mandi pagi biasanya sebelum sarapan, dan setelah sarapan tidak menyikat gigi, begitu juga mandi sore, sebelum makan malam dan tidak menyikat gigi setelah makan malam. Hal inilah yang membuat kondisi gigi kita selalu dalam keadaan kotor. Seharusnya menyikat gigi dilakukan setelah sarapan dan setelah makan malam, tapi ada juga teori yg mengatakan waktu menyikat gigi terbaik adalah 30 menit setelah makan, sebab ketika kita makan, proses pengunyahan meningkatkan keasaman mulut, sehingga bila setelah makan langsung menyikat gigi dikhawatirkan tingkat keasaman yang ada dimulut akan memudahkan terjadinya karies (lubang gigi).

2.      Cara menyikat gigi yang terlalu keras
Gigi manusia terdiri dari tiga lapis, lapisan terdalam disebut pulpa yang berisi jaringan syaraf gigi, lapisan tengah disebut dentin, dentin ini berisi tubulus dentin yang sensitif, bila terjadi lubang atau abrasi gigi yang mencapai dentin, maka kamu akan merasakan ngilu gigi, jaringan terluar disebuat email yang merupakan jaringan terkeras dari gigi, meskipun jaringan terkeras, bukan berarti akan tahan disikat dengan keras, ingat gigi kita bukan ubin kamar mandi yang harus mengerahkan tenaga untuk membersihkannya 😄😄 Bila cara menyikat gigi terlalu keras, maka email akan menipis dan terjadilah abrasi yang membuat gigi kehilangan emailnya, dan terbukalah dentin sehingga kamu merasakan ngilu.
      Cara yang benar menyikat gigi adalah dengan cara naik turun (vertikal) atau dengan gerakan memutar, cara ini akan membuat gigi bersih tanpa mendapat tekanan yang akan merusak email.

3.      Sikat gigi dan pasta gigi yang tepat
Di pasaran ada beberapa jenis sikat gigi, mulai dari yang hard, medium, soft, ekstra soft, dan setiap orang memiliki kebutuhan akan sikat gigi berbeda beda, untuk pasien yang mengalami perdarahan gusi akibat penyakit sistemik tentu pilihan sikat giginya adalah soft atau ekstra soft tergantung pada keparahan penyakitnya, untuk yang normal tanpa penyakit, pilihan bisa pada sikat gigi yang hard atau medium.
Pasta gigi secara umum yang ada di pasaran sudah memenuhi standard kebutuhan untuk kesehatan, namun jika ingin yang lebih baik lagi maka pilihlah pasta gigi yang bebas atau minim bahan deterjennya, biasanya ketika dipakai pasta gigi ini tidak mengeluarkan busa. Selain itu penting untuk memperhatikan  pasta gigi yang di beli sudah memiliki sertifikasi lolos uji dari lembaga terkait, seperti American Dental Association (ADA), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI), dan tentu saja Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI)

4.      Menyikat Lidah
Hal yang sering terlupakan adalah menyikat lidah, padahal tumpukan sisa makanan juga terjadi dilidah. Segera setelah menyikat gigi hal yang dilakukan selanjutnya adalah menyikat lidah, bisa dengan menggunakan sikat gigi atau menggunakan sikat khusus untuk lidah.


            Dari beberapa kesalahan yang terjadi ketika menyikat gigi tersebut akan mengakibatkan tidak sempurnanya kebersihan mulut dan pada akhirnya akan menimbulkan gangguan atau penyakit. Mari kita jaga organ penting pemberian Allah SWT ini dengan selalu merawatnya dengan cara yang benar dan kita bisa dengan percaya diri mengembangkan senyum yang indah dan sehat.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MENCUCI SUNGAI ALA RELAWAN ECO ENZYME

         Kalau mendengar kata mencuci sungai tentu kita akan merasa sedikit aneh ya, begitu juga denganku ketika pertama kali mendengarnya ...