Bermula dari chatting chat WhatsApp dengan adinda Dhya ketua Kohati HMI Cabang Persiapan Sibolga Tapteng, yg menanyakan apakah aku bersedia menjadi salah seorang pemateri atau narasumber di acara LKK Nasional yang akan di laksanakan pada bulan September di Pandan ibukota Tapanuli Tengah. Chat berlanjut dan membuahkan hasil aku bersama dua presidium Forhati Sumut Yenny Siregar dan Serasi Malem Sitepu menjadi bagian dari acara adik adik yaitu LKK (Latihan Khusus KOHATI)
Menginjakkan kaki kembali ke Tapteng dalam rangka berkaitan dengan HMI/KOHATI mengingatkan aku pada peristiwa sekitat 25 tahun yang lalu yaitu Student Work Camp (SWC). Kegiatan yang dilaksanakan oleh anak anak HMI dalam rangka aplikasi ilmu dimasyarakat. Saat itu aku datang sebagai peserta dari bagian tim medis sehingga tidak ditempatkan dirumah masyarakat seperti peserta yang lain. Cerita tentan SWC ini telah kutulis dibuku antologi jilid2 dari seri DRPS, kisah anak anak alimbas yang sudah launching tepat tadi sore tgl 21 September 2021.
![]() |
| Sore di Pandan |
![]() |
| Sunset |
Tugas menjadi pemateri di LKK Nasional yang diselenggarakan oleh KOHATI HMI Cabang Persiapan Sibolga-Tapteng telah rampung siang tadi, sehingga aku punya banyak waktu untuk menikmati pantai Pandan ini. Sendirian, aku duduk menunggu sunset, menghirup udara sore menjelang maghrib , menikmati pemandangan yang jarang jarang bisa kunikmati. Dua rekan presidium Yennny dan Asih sedang berada di Forum LKK melaksanakn tugas mereka.
Tak lama, teleponku berdering, ternyata seorang sahabat yang bertugas di kota Sibolga, beliau dan istri mengundangku dan yenny serta Asih untuk makan malam bersama mereka disebuah restauran seafood yang terkenal disana. Alhamdulillah ya Allah... dimana mana ada saja orang baik yang selalu menjaga silaturrahmi.

Bersama adik adik Majelis Daerah Forhati Sibolga-Tapteng



