Jumat, 30 Agustus 2019

KESALAHAN SAAT MENYIKAT GIGI


KESALAHAN SAAT MENYIKAT GIGI


Menyikat gigi adalah kegiatan manusia sehari hari yang wajib dilakukan untuk menjaga kesehatan mulut.  Meski kegiatan menyikat gigi ini selalu dilakukan secara teratur, beberapa orang tetap saja masih mengalami karies (gigi berlubang), atau mengeluhkan bau mulut, dan gigi sensitif. Keadaan ini bisa saja disebabkan kesalahan ketika melakukan penyikatan gigi. Apa saja kesalahan tersebut, mari kita telusuri bersama





Sumber Foto : indonesiaraya.co.id




1.      Waktu menyikat gigi yang tidak tepat.
Secara umum, menyikat gigi dilakukan ketika mandi, padahal waktu mandi di Indonesia dilakukan pada pagi dan sore hari. Mandi pagi biasanya sebelum sarapan, dan setelah sarapan tidak menyikat gigi, begitu juga mandi sore, sebelum makan malam dan tidak menyikat gigi setelah makan malam. Hal inilah yang membuat kondisi gigi kita selalu dalam keadaan kotor. Seharusnya menyikat gigi dilakukan setelah sarapan dan setelah makan malam, tapi ada juga teori yg mengatakan waktu menyikat gigi terbaik adalah 30 menit setelah makan, sebab ketika kita makan, proses pengunyahan meningkatkan keasaman mulut, sehingga bila setelah makan langsung menyikat gigi dikhawatirkan tingkat keasaman yang ada dimulut akan memudahkan terjadinya karies (lubang gigi).

2.      Cara menyikat gigi yang terlalu keras
Gigi manusia terdiri dari tiga lapis, lapisan terdalam disebut pulpa yang berisi jaringan syaraf gigi, lapisan tengah disebut dentin, dentin ini berisi tubulus dentin yang sensitif, bila terjadi lubang atau abrasi gigi yang mencapai dentin, maka kamu akan merasakan ngilu gigi, jaringan terluar disebuat email yang merupakan jaringan terkeras dari gigi, meskipun jaringan terkeras, bukan berarti akan tahan disikat dengan keras, ingat gigi kita bukan ubin kamar mandi yang harus mengerahkan tenaga untuk membersihkannya 😄😄 Bila cara menyikat gigi terlalu keras, maka email akan menipis dan terjadilah abrasi yang membuat gigi kehilangan emailnya, dan terbukalah dentin sehingga kamu merasakan ngilu.
      Cara yang benar menyikat gigi adalah dengan cara naik turun (vertikal) atau dengan gerakan memutar, cara ini akan membuat gigi bersih tanpa mendapat tekanan yang akan merusak email.

3.      Sikat gigi dan pasta gigi yang tepat
Di pasaran ada beberapa jenis sikat gigi, mulai dari yang hard, medium, soft, ekstra soft, dan setiap orang memiliki kebutuhan akan sikat gigi berbeda beda, untuk pasien yang mengalami perdarahan gusi akibat penyakit sistemik tentu pilihan sikat giginya adalah soft atau ekstra soft tergantung pada keparahan penyakitnya, untuk yang normal tanpa penyakit, pilihan bisa pada sikat gigi yang hard atau medium.
Pasta gigi secara umum yang ada di pasaran sudah memenuhi standard kebutuhan untuk kesehatan, namun jika ingin yang lebih baik lagi maka pilihlah pasta gigi yang bebas atau minim bahan deterjennya, biasanya ketika dipakai pasta gigi ini tidak mengeluarkan busa. Selain itu penting untuk memperhatikan  pasta gigi yang di beli sudah memiliki sertifikasi lolos uji dari lembaga terkait, seperti American Dental Association (ADA), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI), dan tentu saja Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI)

4.      Menyikat Lidah
Hal yang sering terlupakan adalah menyikat lidah, padahal tumpukan sisa makanan juga terjadi dilidah. Segera setelah menyikat gigi hal yang dilakukan selanjutnya adalah menyikat lidah, bisa dengan menggunakan sikat gigi atau menggunakan sikat khusus untuk lidah.


            Dari beberapa kesalahan yang terjadi ketika menyikat gigi tersebut akan mengakibatkan tidak sempurnanya kebersihan mulut dan pada akhirnya akan menimbulkan gangguan atau penyakit. Mari kita jaga organ penting pemberian Allah SWT ini dengan selalu merawatnya dengan cara yang benar dan kita bisa dengan percaya diri mengembangkan senyum yang indah dan sehat.



Selasa, 23 Juli 2019

Kesehatan Gigi Dan Mulut Selama Kehamilan

Baksos oleh drg. Sulfia Dewi Rambe
Baksos

Kesehatan Gigi Dan Mulut Selama Kehamilan



Kehamilan merupakan peristiwa yang membahagiakan bagi  pasangan suami istri di dalam pernikahan. Pada masa kehamilan terjadi beberapa perubahan mulai dari perubahan anatomi seperti perut yang melendung, perubahan metabolisme  diantaranya perubahan pada sistem kardiovaskular,pernafasan, sistem gastrointestinal serta hormonal, perubahan fisiologis misanya ph mulut ibu hamil menjadi lebih rendah (asam) dan juga perubahan psikis. Perubahan hormonal  yang terjadi selama kehamilan  sangat  berpengaruh pada tubuh termasuk rongga mulut. Perubahan yang terjadi karena tubuh mempersiapkan diri untuk proses melahirkan serta untuk perkembangan janin.
Kehamilan dihitung dari hari pertama menstruasi terakhir, untuk wanita yang sehat kurang lebih 280 hari atau 40 minggu. Biasanya kehamilan dibagi dalam  tiga bagian atau trimester untuk masing-masing 13 minggu atau 3 bulan kalender. Trimester pertama kehamilan 0-3 bulan ( minggu 0- minggu 13), trimester kedua masa kehamilan 4 – 6 bulan (minggu 14 – minggu 26) dan trimester ketiga masa kehamilan 7 – 9 bulan ( minggu 27 – minggu 38).
Beberapa kondisi yang perlu diwaspadai saat kehamilan adalah :
1.    Peradangan yang terjadi pada gusi.
Gusi yang tadinya berwarna merah muda, sehat dan normal berubah menjadi merah terang atau merah tua dari biasanya. Muncul rasa sakit, panas atau gatal dan terjadi pembesaran gusi, kadang terjadi perdarahan spontan pada gusi. Peradangan gusi ini umum terjadi saat kesehatan gigi dan mulut tidak terpelihara dengan baik. Pada wanita hamil peradangan gusi terlihat lebih parah disebabkan terjadinya perubahan hormon yaitu hormon estrogen dan progesterone, yang dapat mempengaruhi respon jaringan terhadap plak sehingga rentan terhadap peradangan.Peradangan gusi yang terjadi karena faktor hormonal ini sering disebut dengan gingivitis gravidarum atau pregnancy gravidarum. Biasanya terjadi pada akhir trimester pertama, mencapai puncak pada trimester kedua dan mengalami penurunan keluhan di trimester tiga. Kondisi ini secara tidak langsung dapat mempengaruhi gangguan kehamilan, disebabkan rasa sakit dan tidak enak  yang akhirnya menimbulkan gangguan pola makan ibu dan menyebabkan nutrisi yang tidak mencukupi baik untuk ibu maupun janin.


2.    Periodontitis
Ini adalah kondisi lanjut dari peradangan gusi yang tidak dilakukan perawatan, periodontitis ini adalah peradangan yang terjadi pada jaringan pendukung gigi. Sekitar 30 % wanita hamil mengalami periodontitis. Selama kehamilan, tingkat progesteron pada ibu hamil bisa 10 kali lebih tinggi dari biasanya. Hal ini dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri tertentu yang menyebabkan peradangan kronis, dan jaringan periodontal rusak serta terbentuk poket. Akibatnya gigi kehilangan pegangan ketulang rahang (alveolar) sehingga gigi menjadi goyang.   Bakteri  ini  juga menyebabkan perubahan kekebalan tubuh selama kehamilan yang menyebabkan reaksi tubuh yang berbeda dalam menghadapi bakteri penyebab radang
Menurut penelitian yang dilakukan di University of North Carolina, ibu hamil dengan tingkat keparahan periodontitis sedang sampai berat memiliki risiko untuk melahirkan sebelum waktunya 7 kali lebih tinggi dibanding ibu hamil dengan keadaan jaringan periodontal yang sehat.
Beberapa peneliti juga mengatakan bahwa ada hubungan periodontitis dengan kelahiran bayi dengan berat badan lahir (BBLR) , meskipun mekanisme terjadinya hal tersebut belum dapat dijelaskan secara baik.

3.    Epulis Gravidarum
Epulis adalah istilah yang digunakan untuk pembesaran yang menyerupai tumor pada gusi atau papila interdental. Epulis ini biasanya berkembang di trimester pertama kehamilan, kadang muncul d itrimester kedua. Epulis gravidarum ataupun granuloma kehamilan tidak berbahaya tetapi dapat menyebabkan ketidaknyamanan. Tumor ini biasanya akan menyusut saat persalinan telah dilewati dan bisa berulang pada kehamilan berikutnya, tetapi bisa juga tidak muncul sama sekali.
Penyebab utama epulis gravidarum ini adalah konisi kesehatan gigi dan mulut yang buruk dan gangguan hormonal selama kehamilan. Wanita hamil yang memiliki gingivitis gravidarum umumnya akan mengalami epulis gravidarum. Bentuknya seperti nodul berwarna merah keunguan sampai merah kebiruan, mudah berdarah, sering terlihat pada gusi rahang atas, tetapi dapat juga ditemukan di tempat lain di mulut.

4.    Karies Gigi
Karies gigi pada wanita hamil dapat saja terjadi sebelum kehamilan maupun setelah kehamilan. Umumnya karena adanya perubahan psikis pada saat kehamilan berupa morning sick dimana umumnya dialami di akhir trimester pertama hingga trimester kedua. Pada saat ini wanita hamil biasanya merasa lesu, mual, dan muntah yang menyebabkan naiknya tingkat keasaman dimulut, lalu ada  kecenderungan mengkonsumsi makanan yang manis  untuk menghilangkan rasa tak nyaman serta kurang menjaga kebersihan gigi dan mulut. Suasana asam akan memudahkan perkembangan karies gigi.

Beberapa hal yang perlu dilakukan wanita hamil dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut agar terhindar dari penyakit gigi dan mulut selama masa kehamilan, yaitu:
a.    Bila ibu hamil mengalami muntah-muntah, segera bersihkan mulut dengan berkumur-kumur dengan secangkur air ditambah 1 sendok teh soda kue (sodium bicarbonat) dan menyikat gigi 1 jam setelah muntah.
b.     Mengatur pola makan sesuai dengan pedoman gizi seimbang atau angka kecukupan gizi dan membatasi makanan yang mengandung gula.
c.    Menyikat gigi secara teratur dan benar minimal 2x sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum  tidur.
d.    Memeriksakan keadaan rongga mulut ke dokter gigi karena kunjungan ke dokter gigi pada masa kehamilan bukanlah merupakan hal yang kontra indikasi.

Saran untuk ibu hamil yang akan melakukan perawatan di fasilitas pelayanan kesehatan gigi:
Ø  Beri tahu dokter gigi anda jika anda hamil.
Ø  Tunda perawatan gigi yang bersifat non-darurat sampai trimester ke-2 atau setelah melahirkan.
Ø  Jaga sirkulasi darah dengan cara  tidak menyilangkan kaki selama duduk di dental unit.
Ø  Gunakan bantal untuk membantu posisi anda dan janin tetap nyaman saat duduk di dental unit.
Ø  Gunakan headphone dan beberapa musik favorit untuk didengarkan selama perawatan gigi.



Minggu, 10 Maret 2019

TSUNDOKU, SEBUAH SENI BAGI PECINTA BUKU




bec@k@k collection

Pernah melihat seseorang yang rajin membeli atau meminjam  buku? Tentu pernah ya. Pernahkah bertanya padanya apakah semua buku buku tersebut dibacanya? Nah ketika kutanyakan hal itu mulai muncul beberapa jawaban berbeda, ada yang mengatakan tidak semua, hanya baca yg perlu aja, ada yg bilang baru baca setengah lalu beli lagi, baca sedikit belum selesai baca lagi buku yg lain,  ada yang bilang gak sempat tapi niat untuk membacanya ada, kemudian adalagi yang bilang membeli buku saja sudah merupakan kebahagiaan, bacanya belum tahu kapan, 😃😃. Aku sendiri mengalami hal tersebut, Ada tumpukan buku dimejaku yang belum kubaca sama sekali dan ada tumpukan buku yang sudah kubaca sebahagian. Ketika kutanyakan pada beberapa teman terdekat hal yang sama, rata rata mereka juga melakukannya.  Ternyata ada istilah yang digunakan untuk perilaku tersebut yaitu Tsundoku.
                Tsundoku berasal dari  istilah di Jepang, ditemukan di media cetak pada tahun 1879 dan ada kemungkinan besar bahwa istilah ini sudah digunakan lebih lama dari itu. Kata “doku” dapat digunakan sebagai kata kerja yang berarti membaca. “tsun” dalam “tsundoku” berasal dari kata “tsumu” yang berarti menumpuk. Jadi ketika disatukan “tsundoku” secara harfiah berarti tumpukan bacan, atau kita artikan  membeli bahan bacaan dan menumpuknya.
                Ungkapan tsundoku sensei muncul pada teks dari tahun 1879 dari penulis Mori Senzo, menurut Profesor Andrew Gerstle (mengajar teks teks Jepang pra-modern di University of London), ungkapan tersebut mulanya adalah untuk menyindir tentang seorang guru yang memiliki banyak buku tetapi tidak membacanya, nampaknya memang tsundoku digunakan sebagai penghinaan, namun menurut Profesor tersebut kata tersebut tidak membawa stigma apapun di Jepang.
"Even when reading is impossible, the presence of books acquired produces such an ecstasy that the buying of more books than one can read is nothing less than the soul reaching towards infinity." – A. Edward Newton, author, publisher, and collector of 10,000 books.
"Bahkan ketika membaca tidak mungkin, keberadaan buku-buku yang diperoleh menghasilkan ekstasi sedemikian rupa sehingga membeli lebih banyak buku daripada yang dapat dibaca tidak lain adalah jiwa yang mencapai keabadian." - A. Edward Newton, penulis, penerbit, dan kolektor 10.000 buku.
Kutipan diatas sering dipakai sebagai sebuah argumen bagi para tsundoku,
                Skala tsundoku mulai dari hanya satu buku yang belum dibaca hingga penimbunan yang serius, seperti yang dialami seorang yang bernama Frank Rose, yang mengalami tsundoku parah, dia mempunyai 13.000 buku yang belum dibaca.  Untunglah akhirnya beliau menyumbangkan sebahagian besar buku buku tersebut ke perpustakaan setempat yaitu  Arden –Dimick Library dan menurut catatan itu adalah merupakan sumbangan buku terbesar dalam sejarah perpustakaan.
                Sebenarnya apa yang menyebabkan seseorang terlibat tsundoku ini? Ada beberapa sebab yakni:
A.      Tuntutan sosial
Punya akun IG atau FB, tapi tidak pernah mengupload foto sedang beli buku, atau sedang membaca dengan latar belakang rak yang berisi buku itu akan menurunkan popularitas sebagai seorang cendekia atau sebagai orang tua yang perduli pada literasi. Karena ternyata kehidupan social kita hari ini sudah berada di akun akun social.
B.      Lapar Mata
Pokoknya kalau sudah ke toko buku meski yang direncanakan beli hanya buku soal soal tapi tetaaap saja kaki bergerak kearah novel,komik dll, sambil bilang nanti siap ujian buku ini akan kubaca, giliran liburan datang, eh malah travelling kemana mana.
C.      Membeli buku yang sebenarnya tidak dibutuhkan
Biasanya gara gara ikut tren, ada yang mengatakan  buku ini  bagus, lalu kitapun penasaran dan langsung beli, meskipun sebenarnya tidak terlalu kepingin. Akibatnya buku hanya dibaca sekilas lalu ditumpuk. Atau karena ada discount akhir tahun atau ulang tahun toko buku, nah trolipun mulai beraksi dan penumpukan terjadi lagi.
D.      Isi buku tak sesuai harapan
Beli buku tanpa baca review, beli buku tanpa baca contoh buku, biasanya ditoko buku yang tidak menyediakan sampel, akhirnya harapan tak sesuai kenyataan, dan bukupun ditumpuk lagi.
Adakah solusi untuk keluar dari tsundoku ini? Tentu saja ada, terpulang kembali kepada niat , dan membuat suatu tujuan dan motivasi bagi diri sendiri. Contoh solusinya :
1.       Menetapkan tujuan membeli buku sebelum membelinya.
2.       Memastikan bahwa buku yang akan dibeli memang dibutuhkan
3.       Biasakan membaca reviuw atau synopsis buku
4.       Tetapkan sebuah waktu khusus dalam 24 jam kehidupan untuk membaca, misalnya 1 jam setelah sholat Subuh atau 1 jam sebelum tidur.
5.       Mulailah menulis, karena menulis sangat memerlukan bahan bacaan.
6.       Konsisten.
Jika itu semua tak cukup, mulailah mengemas buku buku tersebut kedalam sebuah karton box, dan bagikan pada perpustakaan atau taman bacaaan yang anda tahu, kalau anda tak tahu dimana taman bacaan tersebut, hubungi diriku karena aku tahu banyak sekali taman bacaan yang sangat membutuhkannya.
Jika ada buku yang belum dibuka dari plastiknya atau bahkan yang sudah, menjual kembali juga menjadi sebuah pilihan, hasil penjualan buku tersebut bisa untuk membeli buku  lagi….
Selamat mencoba.🌹🌹

  
*https://www.bbc.com/news/world-44981013


Rabu, 06 Maret 2019

SIPIROK NAULI HUTA HAHOLONGONKU


MENJELANG JALAN SEHAT NASIONAL (JSN) SIPIROK
OKTOBER/NOPEMBER 2019.




INTRO
Sipirok adalah salah satu kecamatan, sekaligus pusat pemerintahan Kabupaten Tapanuli SelatanSumatera UtaraIndonesia. Jarak kota Medan ke Sipirok sekitar 356 km, atau sekitar 8- 9 jam dengan transportasi darat ke arah selatan. Kecamatan ini merupakan tempat lahir beberapa tokoh nasional seperti Merari Siregar, seorang pengarang angkatan Balai PustakaLuat Siregarwali kota Medan dari 3 Oktober 1945 hingga 10 November 1945Lafran Pane Pendiri Organisasi Mahasiswa tebesar se Indonesia yakni Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI), Hariman Siregar tokoh besar Pergerakan Mahasiswa yang diingat sejarah dalam peristiwa "MALARI" dan juga Raja Inal Siregar (Salah satu pendiri SMA Plus Marsipature Hutanabe Tapanuli Selatan) sekaligus yang memprakarsai istilah "Marsipature huta be" yang berarti mari membangun kampung masing - masing. Istilah tersebut jelas ditujukan kepada putra putri asli Sipirok yang berada di perantauan agar selalu ingat dan selalu membantu saudara- saudarinya yang dianggap masih tertinggal (pendidikan) dibanding wilayah lain pada saat itu.
Ciri khas dari kecamatan ini adalah hawanya yang sejuk karena berada di lembah gunung Sibualbuali (Pegunungan Bukit Barisan), maka tidak heran banyak sumber air panas (aek milas/ pemandian yang mengandung belerang) yang terletak di beberapa lokasi. (Wikipedia).
_________________________________________________________________________________

Mendengar Kata Sipirok, bukan hanya mataku yang akan berbinar tapi bibirkupun akan otomatis tersenyum. Tentu saja karena Sipirok adalah kampung halamanku, tempat ayah dan bunda dilahirkan dan dibesarkan sebelum akhirnya merantau ke tanah Deli untuk melanjutkan pendidikan mereka.



Foto : sulfia blogger bec@k@k
Alun alun Sipirok
Foto : bec@k@k



Panggelong khas Sipirok dan daun sikkut sebagai pembungkusnya
Foto : bec@k@k
Ada banyak hal yang akan membuat mataku berbinar mengingatnya, mulai dari camilan khas yang bernama sambal taruma, panggelong, kue lapan lapan, Golang golang, alame/dodol, kue makkuk dan lomang (kapan kapan kita bahas mnai camilan ini).  Adapula makanan berat yang takkan mungkin bisa dilupakan, gule ihan sale (limbat,baung, mera,jurung ), sop sipirok yg sangat terkenal karena berasal dari  kerbau, baik sop daging maupun sop sumsum sampai kikil kaki kerbau,  Daging bakar sambal asam , ihan mas sinyarnyar, daun ubi tumbuk/silalat, sambal pati dan sambal tuk tuk, yang terakhir ini sangat nikmat dikonsumsi bersama rebusan berbagai macam sayur seperti daun ubi, kacang panjang,daun katu dan daun papaya. Gak coyo? Cobalah


foto sulfia, blogger bec@k@k
Alame atau dodol khas Sipirok
Foto: bec@k@k
Kue Lapan lapan
Foto : bec@k@k



Sop Kerbau Sipirok, daging panggang sambal asam, ihan sale, ikan mas goreng
foto : bec@k@k

Selain makanan yang langsung dimakan ada lagi hasil pertanian/perkebunan yang begitu terkenal dari sipirok yaitu kolang kaling, gula merah(bargot) yang sekarang sudah diproduksi berupa butiran dan lempengan, ada juga kopi, hmmm mengenai kopi ini, tahun 2014 pertama sekali diadakan festival kopi dan meminum kopi luwak terbanyak yang memecahkan rekor muri yaitu sebanyal 3.600 cangkir kopi. Masa kecilku dulu sekitar awal tahun 80an Sipirok juga menghasilkan cengkeh, aku sangat mengingat momen memetik cengkeh dengan membawa hadangan (semacam tas yang terbuat dari anyaman daun) dan menaiki tangga.



kopi Sipirok
foto : bec@k@k
kopi Sipirok Foto: bec@k@k



kopi Sipirok, foto : bec@k@k



kebun kopi di Sipirok
 foto : bec@k@k

biji kopi di pohon (sipirok)
foto : bec@k@k








Gula merah yang sudah berbentuk butiran
foto : bec@k@k





Hasil kerajinan dari sipirok? Nah kalau pernah memperhatikan resepsi pernikahan Bobby Nst dan Kahiyang (putri presiden Jokowi) maka aku yakin pasti mata kita akan terus mengikuti pakaian yang dipakai kedua pengantin, orang tua maupun panitia, mengapa? Karena sangat indah dengan manik manik yang tersusun rapi. Selain itu Sipirok juga menghasilkan ulos yang ditenun, ulos ini selalu dipakai untuk acara acara adat seperti pernikahan, masuk rumah, kelahiran, kematian dll. Di era sekarang ini ke khasan sipirok berupa ulos dan manik manik selain dibuat sebagai bahan/bakal baju juga dibuat sebagai tas,dompet, tempat tissue, gantungan kunci dll. Ada lagi yang bernama Tappa, sebenarnya ini adalah perlengkapan wajib seorang pengantin wanita yang akan dibawanya kerumah suaminya, namun saat ini juga sudah dibuat sebagai souvenir namun biasanya dalam ukurun yang lebih kecil dari aslinya.




Mengenai wisata alam, Sipirok tidak kalah, ada bukit/tor Simago mago dengan legenda nai marbittang (legenda ini hidup di imajinasiku selama aku SD karena menjadi dongeng yang dikembangkan oleh alm papa pada kami anak anaknya), Ada danau Marsabut yang menurut cerita alm papa airnya sangat panas bahkan kalau kita celupkan telur di airnya maka dalam waktu lima menit telur tersebut akan matang, sayang sampai saat ini aku belum pernah kesana. Mungkin karena akses ke Danau Marsabut belum bagus atau memang danau ini belum dilirik Pemda setempat untuk dikembangkan lebih jauh sehingga banyak yang tidak tahu. Nah ada juga pemandian air panas yang disebut Aek milas, ada tiga titik yang terkenal mempunyai pemandian aek milas yaitu desa Parandolok, desa Parau Sorat dan desa Hutabaru dengan nama aek milas sosopan. Nah kalau aek milas ini ketiga tiganya sudah pernah kunikmati… daan gratisss…





Hal yang membuat betah mandi diaek milas ini adalah bahwa airnya sama sekali tidak bau belerang, jadi kita tidak perlu repot repot membilas dengan air lagi setelah berendam di aek milas ini.

Urusan pendidikan, masyarakat Sipirok patut diacungin jempol, banyak putra daerah yang berangkat ke Kota Medan, Padang, Bukit Tinggi, Jakarta, Bandung, Surabaya dan kota lain untuk melanjutkan pendidikan, dan bisa dibilang mayoritas yang berangkat berhasi dalam pendidikan maupun karirnya. Tercatat menteri Arifin M. Siregar (dari Desa Simaninggir), Bismar Siregar (dari Desa Baringin), H.M. Ritonga (dari Desa Paranjulu), Hasjrul M. Harahap (dari Desa Bunga Bondar), Lapran Pane (pendiri HMI dari Desa Pangurabaan), dan lain sebagainya. Di Sipirok sendiri saat ini ada banyak sekolah maupun pondok pesantren yang berdiri dari sejak lama, ada dua pondok pesantren yang terkenal yaitu sekarang namanya Pondok Pesantren Modren KHA. Dahlan di Baringin, yang berdiri pada tahun 1962 dan merupakan hasil Ijtihad Pesantren Pendidikan Ulama bahagian Pendidikan Muhammadiyah Tapanuli yang direkomendasikan pada Muktamar Muhammadiyah tahun 1961.  Kemudian ada lagi Pesantren Modren Darul Mursyid (PDM) yang berada di kecamatan Saipar Dolok Hole, desa Simanosor Julu berdiri pada tahun 1993 yang diinisiasi oleh alm H. Ihutan Ritonga. Pesantren ini telah menghasilkan banyak orang orang terdidik yang bahkan berasal dari berbagai penjuru Indonesia.





Perpustakaan Lafran Pane yang dibangun di desa Pangurabaan Sipirok
foto : bec@k@k

Rumah tempat Prof. Lafran Pane dibesarkan di desa Pangurabaan Sipirok
Foto : bec@k@k


Ada dua desa tempatku pulang setiap ke Sipirok yang pertama desa Baringin, yang merupakan kampung halaman alm Papa, desa yang memiliki sebuah pesantren modern, desa  tempat kedua ompungku (ayah dan ibu dari papa) dikebumikan. Sayangnya kami tidak punya rumah lagi disana karena ketika ompung godang ikut bergerilya melawan Belanda, Rumah kami disana dibakar Belanda dan sampai saat ini tidak pernah dibangun kembali. Satu satunya yang selalu kuingat dari kejadian itu adalah perkataan alm ompung menek (nenek) bahwasanya beliau sangat sedih karena perjuangan dan pengorbanan mereka untuk tanah air tidak pernah mendapat penghargaan dari pemerintah, aku tahu kesedihan ompung bukan karena ingin dihargai atau dibalas jasanya, tapi lebih karena marah justru orang orang yang dulunya tidak pernah berjuang, tidak pernah bergerilya meninggalkan keluarga malah mendapat penghargaan sebagai pejuang, begitulah hidup selalu saja ada yang mengambil manfaat dari keadaan. Dan ompung Menekku adalah tipe istri pejuang yang pantang meminta minta sehingga beliau hidup dari berdagang yang dilakoninya hingga anak anaknya bisa sekolah dan bekerja dengan layak.
Desa kedua yang selalu menjadi tempatku pulang kampung di Sipirok adalah desa Parsorminan, ini adalah kampung halaman mama, desa ini adalah tetangga desa Hutabaru tempat aek milas Sosopan berada. Didesa ini ada sumber mata air yang menjadi sumber air penduduknya yang disebut dengan aek Pangalinoan, berupa air mancur. Namanya diambil dari nama ompung Godang kami konon katanya air ini ditemukan oleh ompung ompung beberapa keturunan diatas, dan uniknya air ini akan melimpah keluar dari bak penampungannya manakala akan ada salah seorang turunan dari keluarga mama, biasanya anak laki laki pertama akan meninggal dunia. Bila air melimpah, biasanya warga akan bersiap siap untuk menerima khabar duka dari bagas godang (keluarga mama). Benar tidaknya akupun tak tahu karena belum pernah melihat airnya melimpah sampai keluar bak penampungan. Nama Parsorminan juga berarti tempat bercermin, mungkin ada hubungannya dengan air mancur tadi karena airnya sangat bening bisa dibuat untuk bercermin, cerita ini belum pernah lengkap kudengar hanya penggalan penggalan saja.


Ini adalah foto mesjid di Parsorminan sebelum direnovasi.
foto : bec@k@k

sebuah jalan desa di Sipirok
foto : bec@k@k

Saat ini bagas godang dimanfaatkan untuk tempat berkumpul masyarakat dan dibuat sebuah pengajian rutin dua kali seminggu dengan memanggil ustadz berceramah, dan setiap maghrib anak anak datang belajar mengaji membaca Al Qur’an disana. Setiap idul Adha bagas godang juga menjadi central pemotongan hewan Qurban, dan menjadi sebuah acara tahunan yang sangat ditunggu tunggu oleh Warga, karena akan ada acara masak bersama dan makan bersama juga membawa bagian dari Qurban untuk dibawa pulang berikut uang untuk membeli bumbunya.
Begitulah kampungku, Sipirok dengan keunikan dan ke-khas-annya, hmmm…. Ada satu kondisi yang juga unik disana, Warga Sipirok adalah warga yang terkenal sangat toleran, disana mayoritas penduduknya adalah Muslim, tapi juga ada Nasrani dan bisa dihitung Budha. Bahkan menurut cerita ompungku, dahulu ketika membangun rumah ibadah, semua masyarakat tidak perduli beragama apapun akan ikut bergotong royong. Sebuah pelajaran yang sangat penting untukku ketika itu… ompungku mengajarkanku akan perbedaan yang disikapi dengan kedamaian.




view dari belakang bagas godang di Parsorminan
foto: bec@kak

Bagas godang Parsorminan, sudah direnovasi
foto : bec@k@k

View dari samping bagas godang
foto : bec@k@k

Kolam ikan di belakang bagas godang
Foto : bec@k@k


Bicara tentang Sipirok ada lagi yang takkan mungkin terlupa yaitu bus Sibual Buali. Bus yang menjadi alat tranportasi masyarakat baik itu ke kota Medan, kota Padang/Bukit Tinggi maupun ke Pekan Baru ketika itu, bahkan sudah ada jauh sebelum Indonesia merdeka. Perusahaan bis ini dididrikan pada tgl 1 Januari 1937 oleh Sutan Pangurabaan Pane, hmmm mendengar namanya tentu anak anak HMI akan langsung teringat pada pendiri Lafran Pane. Benar, Sutan Pangurabaan Pane adalah ayah kandung Lafran pane, juga Sanusi Pane dan Armyn Pane. Cerita mengenai bis sibual buali ini sangat banyak, perlu judul tersendiri menceritakannya… sementara ini silahkan googling dulu yak.








Semoga tulisan ini bisa sedikit mengenalkan kampungku Sipirok yang akan menjadi tuan rumah Jalan Sehat Nasional KAHMI di bulan Oktober/Nopember 2019 yang akan datang. Jika ada peristiwa atau informasi yang salah ditulisan ini, mohon untuk dikoreksi. Ini hanya sekelumit yang kutahu dari kampungku, karena besarnya hati bahwa kampungku akan kedatangan tamu se Indonesia yang berasal dari organisasi yang telah membesarkanku HMI/KAHMI. Kalau ingin benar benar menikmati suasana Sipirok, saranku tinggallah dirumah rumah penduduknya, rasakan keramahan dan keunikan masyarakatnya. Biasanya alm ompungku kalau ada tamu yang datang dari jauh dan menginap dirumahnya, maka alamat ayam kampung yang dipeliharanya akan jadi santapan buat tamu tsb, aku tak tahu apakah budaya menerima tamu seperti itu masih ada sekarang? Ayo kita buktikan, siapa tahu kita beruntung?? 😉😉

Sabtu, 02 Maret 2019

SALAM LITERASI




Pada suatu hari, sedikit terkejut dan sedikit merasa lucu tapi lebih banyak merasa sedih ketika akhirnya saya mendapatkan secuil bukti bahwa literasi belum menjadi budaya di Indonesia. Cerita bermula dari rasa kepedulian saya pada seorang teman yang merespon sebuah kejadian dengan membuat status sebuah foto dan caption yang menurut saya sudah melampaui batas kewajaran, rasa perduli tersebut saya ungkapkan dengan mengingatkan di wall FB status teman tersebut. Teman tersebut sama sekali tidak bereaksi terhadap postingan saya di statusnya. Tapi tiba tiba ada seorang (SG) yang membalas postingan saya dengan mempertanyakan pilihan saya kepada 2 capres yang sedang bertarung mendapatkan dukungan suara dari masyarakat Indonesia saat ini.  Ya memang saat ini adalah saat yang sangat sensitive urusan dukung mendukung calon presiden dan wakil presiden, semua postingan akan dianggap membela calonnya masing masing, sebuah komentar dicurigai akan menyerang kubu lawan, bahkan sebuah fotopun akan diinterpretasi mendukung atau mengolok olok calon tertentu. Sangat terasa ketegangan itu, dan hampir tidak terasakan kegembiraan berdemokrasi.
                Kembali kecerita tadi, saya menjawab bahwa tidak ada hubungan dengan copras capres, saya hanya perduli pada teman saya karena saya tahu dia orang baik, lalu saya katakana bahwa saya juga tidak punya kepentingan pada SG yg mempertanyakan pilihan saya pada capres. Saya fikir persoalan selesai, bbrapa jam kemudian ketika saya membuka medsos lagi ternyata ada notifikasi lagi dari status teman tersebut, ketika saya buka sungguh membuat saya tertawa sedih, isinya adalah sebuah video yg saya unggah berisi pidato yg kebetulan adalah cawapres sebuah kubu, padahal video itu berisi pidato beberapa orang pelaku ekonomi, pegiat ekonomi juga orang orang yang perduli pada enterprneurship dan mereka saat ini berada di kedua kubu sesuai dengan pilihannya. Saya menarik kesimpulan bahwa si SG tidak melihat video itu utuh, hanya melihat diawal kebetulan salah seorang cawapres langsung saja menuduh saya punya kepentingan tidak seperti yang saya katakan padanya.
                Postingan kedua, dan ini yang membuat saya lebih geli dan tertawa lebih keras tapi tetap merasa lebih sedih dari postingan video tadi, mengapa? Karena ternyata SG memposting foto saya sedang bergaya menaiki sebuah kendaraan roda dua yang disulap menjadi perpustakaan bergerak dan tangan kanan saya teracung membentuk letter L . Dan dengan sangat yakin SG mempertanyakan bahwa saya tidak punya kepentingan? Sambil tak lupa menyelipkan  emoticon tertawa mengejek. Sungguh saya speechless, alias kehilangan kata kata meski terngiang sebuah kata yang sering diucapkan seorang filosof yang sedang viral… d***u (uups)😀😀



              Rasa sedih tadi berubah menjadi rasa kasihan, batin saya mengatakan SG ini korban situasi yang carut marut, SG adalah contoh anak muda yang sangat miskin literasi, SG ini adalah korban minimnya kepedulian masyarakat pada budaya literasi. Sayapun menjelaskan kisah video dan arti letter L tersebut, bahwa foto tersebut dibuat jauh sebelum copras capres, bahwa saya adalah pegiat literasi, bahwa organisasi yang saya pimpin mempunyai program literasi, bahwa simbol letter L itu adalah simbol Literasi bukan simbol salah satu kubu dan menganjurkan untuk memperkuat literasinya. Sayang jawabannya justru membuat saya semakin sedih, SG bertanya kenapa tidak sekalian katakan saja bahwa itu juga adalah simbol colok dubur? (maaf, saya tidak menyamarkan istilah yang dikatakan SG). Saya kaget lagi sambil beristighfar… akhirnya saya mengucapkan permohonan maaf bila ada penjelasan saya yang telah menyinggung perasaan SG dan mengatakan  sebaiknya kita tidak perlu saling menyakiti hanya untuk sebuah pilpres. Barulah akhirnya SG memberikan Like, tanpa kata maaf. Sampai tulisan ini dibuat, belum ada perubahan pada status teman saya tersebut.
                Miris? Iya, sedih? Tentu, apakah saya marah? Iya tapi bukan marah pada SG, saya marah pada keadaan yang sebenarnya tidak harus seperti ini. Saya marah pada situasi buruk perpolitikan yang menurut saya sangat tidak sehat. Marah pada hoaks yang menumpulkan kreativitas berfikir masyarakat, marah pada ketidakberdayaan sebahagian besar masyarakat yang dicekoki dengan informasi yang tidak valid, marah dan marah sampai akhirnya saya menyadari harus melakukan sesuatu, suatu tindakan yang mencerdaskan, suatu tindakan yang minimal bisa mencerahkan. Perkuat Literasi itulah jawabnya. Semoga...


                

MENCUCI SUNGAI ALA RELAWAN ECO ENZYME

         Kalau mendengar kata mencuci sungai tentu kita akan merasa sedikit aneh ya, begitu juga denganku ketika pertama kali mendengarnya ...